10 Software Desain Grafis Gratis Pengganti Photoshop 2025
Software desain grafis gratis pengganti Photoshop 2025 semakin diminati oleh desainer, pelajar, maupun kreator digital yang membutuhkan aplikasi editing foto dan desain tanpa biaya mahal. Photoshop memang masih menjadi standar industri, tetapi tidak semua orang mampu atau ingin membayar lisensi resminya. Untungnya, kini ada banyak software gratis yang menawarkan fitur hampir setara, bahkan beberapa di antaranya lebih ringan dan ramah pemula.
Tahun 2025 ditandai dengan munculnya software open-source dan aplikasi berbasis AI yang membuat desain grafis semakin mudah. Dari editing foto sederhana hingga manipulasi tingkat lanjut, semua bisa dilakukan dengan software gratis ini. Artikel ini membahas 10 alternatif terbaik pengganti Photoshop yang bisa digunakan di Windows, macOS, bahkan Linux.
Highlight: Inilah 10 software desain grafis gratis pengganti Photoshop 2025: GIMP, Krita, Photopea, Pixlr X, Canva, Inkscape, Paint.NET, Fotor, Gravit Designer, dan PhotoScape X.
Daftar Isi
- 1. GIMP
- 2. Krita
- 3. Photopea
- 4. Pixlr X
- 5. Canva
- 6. Inkscape
- 7. Paint.NET
- 8. Fotor
- 9. Gravit Designer
- 10. PhotoScape X
- Tips Memilih Software Desain Gratis
- Manfaat Menggunakan Software Gratis
- Tabel Ringkasan
- Kesimpulan
- FAQ
1. GIMP

GNU Image Manipulation Program (GIMP) adalah software open-source legendaris yang sering disebut sebagai pengganti Photoshop terbaik. GIMP mendukung editing foto kompleks, manipulasi layer, masking, serta plugin tambahan. Dengan komunitas global yang aktif, GIMP selalu mendapat update dan tutorial gratis di internet.
- Kelebihan: Gratis, open-source, fitur setara Photoshop.
- Kekurangan: Tampilan UI sedikit kaku bagi pemula.
2. Krita

Krita awalnya dibuat untuk digital painting, namun kini juga mendukung editing foto. Krita populer di kalangan ilustrator dan komikus karena menyediakan brush engine yang sangat lengkap. Selain itu, software ini mendukung drawing tablet sehingga cocok untuk desainer profesional.
- Kelebihan: Brush realistis, dukungan tablet gambar.
- Kekurangan: Kurang optimal untuk editing foto murni.
3. Photopea

Photopea adalah aplikasi berbasis web yang bisa dibuka langsung di browser tanpa instalasi. Kelebihannya, Photopea mendukung file PSD, XCF, dan Sketch, sehingga kompatibel dengan Photoshop. Bagi pengguna yang ingin editing cepat tanpa mengunduh software, Photopea adalah pilihan terbaik.
- Kelebihan: Tidak perlu instal, support file PSD.
- Kekurangan: Membutuhkan internet stabil.
4. Pixlr X

Pixlr X adalah software desain grafis berbasis cloud dengan tampilan modern. Aplikasi ini cocok untuk pemula karena menyediakan template instan, filter cepat, dan tools editing sederhana. Dengan dukungan AI, Pixlr X bisa menghapus background otomatis hanya dengan sekali klik.
- Kelebihan: Mudah dipakai, fitur AI canggih.
- Kekurangan: Fitur lanjutan terbatas dibanding Photoshop.
5. Canva

Canva menjadi software desain grafis favorit untuk non-desainer. Dengan ribuan template gratis, pengguna bisa membuat poster, banner, hingga desain media sosial dengan cepat. Pada 2025, Canva menambahkan fitur AI Design Generator yang membuat desain otomatis sesuai kebutuhan pengguna.
- Kelebihan: Template banyak, cocok pemula.
- Kekurangan: Kurang fleksibel untuk editing foto profesional.
6. Inkscape

Inkscape adalah software vektor gratis pengganti Adobe Illustrator sekaligus bisa menjadi alternatif Photoshop untuk desain berbasis grafis. Inkscape mendukung format SVG, AI, hingga EPS. Dengan fitur path, gradient, dan layer, aplikasi ini cocok untuk desain logo dan ilustrasi.
- Kelebihan: Open-source, kuat di vektor grafis.
- Kekurangan: Kurang maksimal untuk editing foto raster.
7. Paint.NET

Paint.NET adalah software ringan untuk Windows yang lebih canggih dari Paint bawaan. Aplikasi ini mendukung layer, efek visual, serta plugin tambahan. Karena ringan, Paint.NET sering digunakan di laptop dengan spesifikasi menengah.
- Kelebihan: Ringan, cepat, antarmuka sederhana.
- Kekurangan: Fitur lebih terbatas dibanding GIMP.
8. Fotor

Fotor adalah aplikasi desain grafis online yang cocok untuk editing foto ringan. Dengan fitur retouch otomatis, filter instan, dan template media sosial, Fotor banyak digunakan oleh pengguna kasual. Pada 2025, Fotor menambahkan AI Enhancer untuk memperbaiki kualitas foto secara otomatis.
- Kelebihan: Praktis, banyak template sosial media.
- Kekurangan: Banyak iklan pada versi gratis.
9. Gravit Designer

Gravit Designer adalah software desain grafis berbasis vektor yang berjalan di browser maupun desktop. Aplikasi ini mendukung multi-platform dan bisa digunakan untuk desain UI, ilustrasi, hingga ikon. Versi gratis sudah cukup lengkap, meski versi pro menambahkan lebih banyak fitur.
- Kelebihan: Multi-platform, antarmuka modern.
- Kekurangan: Fitur pro terkunci.
10. PhotoScape X

PhotoScape X populer sebagai software editing foto ringan untuk Windows dan macOS. Dengan fitur batch editing, pengguna bisa mengedit banyak foto sekaligus. Aplikasi ini juga menyediakan filter, collage maker, dan tools sederhana untuk retouch cepat.
- Kelebihan: Ringan, batch editing cepat.
- Kekurangan: Tidak cocok untuk editing profesional.
Tips Memilih Software Desain Gratis
Sebelum memilih software pengganti Photoshop, perhatikan beberapa hal berikut:
- Sesuaikan dengan kebutuhan (editing foto, desain vektor, atau digital painting).
- Pilih software dengan komunitas aktif agar mudah mencari tutorial.
- Pastikan kompatibel dengan sistem operasi yang Anda gunakan.
- Utamakan software open-source agar lebih aman dan fleksibel.
Manfaat Menggunakan Software Gratis
Menggunakan software desain grafis gratis punya banyak keuntungan:
- Hemat biaya: Tidak perlu membeli lisensi mahal.
- Belajar mudah: Cocok untuk pemula belajar desain.
- Komunitas global: Banyak tutorial gratis tersedia.
- Ringan: Beberapa software lebih cepat daripada Photoshop.
- Legal: Alternatif sah daripada menggunakan software bajakan.
Tabel Ringkasan
| Software | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| GIMP | Open-source, fitur setara Photoshop | UI agak kaku |
| Krita | Brush realistis, cocok ilustrator | Kurang cocok editing foto |
| Photopea | Berbasis web, support PSD | Butuh internet stabil |
| Pixlr X | Mudah dipakai, fitur AI | Fitur terbatas |
| Canva | Template banyak, instan | Kurang fleksibel |
| Inkscape | Kuat di vektor, open-source | Kurang untuk raster |
| Paint.NET | Ringan, cepat | Fitur terbatas |
| Fotor | Praktis, filter instan | Banyak iklan |
| Gravit Designer | Modern, multi-platform | Fitur pro terkunci |
| PhotoScape X | Batch editing cepat | Tidak cocok pro |
Kesimpulan
10 software desain grafis gratis pengganti Photoshop 2025 membuktikan bahwa membuat karya desain tidak harus mahal. GIMP dan Krita cocok untuk profesional, Photopea dan Pixlr X praktis untuk editing cepat, sedangkan Canva, Fotor, dan Gravit Designer ideal untuk pemula. Pilih software sesuai kebutuhan Anda agar pekerjaan desain lebih efisien dan kreatif.
FAQ
1. Apa software gratis terbaik pengganti Photoshop?
GIMP dianggap sebagai pengganti terbaik karena fiturnya paling mendekati Photoshop.
2. Apakah software ini bisa dipakai di laptop spek rendah?
Ya, Paint.NET dan PhotoScape X sangat ringan untuk laptop menengah.
3. Apakah Photopea benar-benar gratis?
Ya, Photopea bisa digunakan gratis via browser, meski ada iklan.
4. Apa software terbaik untuk ilustrator digital?
Krita adalah pilihan terbaik bagi seniman digital dan komikus.
5. Bisa kah software ini membuka file PSD?
Ya, GIMP dan Photopea mendukung file PSD.
6. Apakah software ini legal digunakan?
Ya, semua software yang disebutkan legal dan aman digunakan.
7. Mana software terbaik untuk desain logo?
Inkscape dan Gravit Designer adalah pilihan terbaik untuk desain vektor.
8. Apakah software ini tersedia di macOS?
Ya, sebagian besar mendukung Windows, macOS, bahkan Linux.




